Rabu, 25 Maret 2015

PK REVIEW FILM 2014 MAHASISWA BANDUNG







Assalamualiakum..
Nama ilyas, lahir di Sukabumi yang banyak cerita indah, Saya memilih film ini untuk di meriview karena tugas kuliah yang berhubungan dengan komunikasi memang semuanya menggunakan berkomunikasi tetapi yang saya cari film yang sesuai dengan metode mata kuliah yaitu Pengantar Ilmu Komunikasi.
            Awalnya saya bingung harus memilih film yang mana untuk di Riview karna terlalu banyak dan akhirnya saya menemukan film yang berjudul PK, nah saya bercerita sedikit pas awal saya nonton film ini awal masuk kampus dan nontonnya itu bersama teman-teman kosan, karena film ini menarik bagi saya untuk dipelajari dan dipahami lebih dalam ternyata film ini sangat bagus pokonya sayang kalau gak nonton film yang satu ini, karena film ini sangat menyentuh hati dan mengundang argument yang ada dalam imajinasi kita untuk dikeluarkan. film ini mengolah persepsi kita untuk mengeluarkan penilain yang positif, meskipun film ini senonoh dan tidak diijinkan untuk anak kecil menonton. Habis nonton film ini saya mengambil hal yang positifnya  saja yaitu saya menjadi lebih memperkokoh kepercayaan saya dalam beriman agar tidak bisa digoyahkan dengan agama lain karena saaat ini yang saya hadapi dunia bebas yang bermacam-macam budaya, bahasa, suku dan cara bribadah juga sangat berbeda, meskipun perbedaan itu adalah warna tetapi kalu tentang agama saya harus lewbih mengokohkan kembali jangan sampai terjerumus kelubang yang salah.
            Awal carita tentang film ini yaitu orang yang aneh yang tidak punya tujuana hidup, ketika ketemu dengan orang yang pertama dibumi tiba-tiba kalung (remot control) yang ia pake langsung dirampas dan melarikan diri. Dia berusaha untuk mendapatkan kalung tersebut dari sipencuri yang lari singkat cerita dia langsung mencari ketempat penduduk dan dia merasakan hal yang sangat berbeda denagn dunia yang sebelumnya dia tempati seperti perbedaan budaya, tempat tinggal, cara bertingkah laku. Dia orang yang tidak bisa berkomunikasi karena belum mengetahui bahasa yang dia tempati, dia tidak mengetahui budaya rakyat yang ada dibumi, dia tidak mengetahui pakaian yang harus dipake, pokonya orang ini serba tidak mengetahui apa yang penduduk bumi lakukan. Dia terus mencari informasi tentang yang ada dibumi sambil mencari remot kontrolnya yang hilang.
            Ketika orang-orang yang dibumi ketemu dengan orang aneh ini dengan memberikan nama PK, karena orang-orang yang di bumi merasa aneh dengan tingkah lakunya, ketika ditanya oleh penduduk bumi ia selalu bilang saya berasal dari luar angkasa/planet dan orang yang dibumi mendengarnya selalu tertawa ketika dia mengatakan asal-usul dia berada dibumi karena penduduk bumi merasa tidak mungkin atau tidak percaya. Lama kelamaan PK/Tipsy ini mulai memahami tingkah laku penduduk yang ada dibumi, dia mulai beradaptasi dengan lingkungan dan mulai masuk ke dalam kehidupan penduduk dibumi (manusia). Ada beberapa orang yang mau megajari PK atau Tipsy dalam kehidupan dibumi, agar dia bisa hidup dibumi dengan cara megetahui kebudayaan atau kebiasan manusia. PK pun sambil belajar memahami bahsa didunia sambill mencari informasi tentang keberadaan Remot kontrolnya yang di rampas dia selalu bertanya kepada semua orang tentang kalungnyanya itu yang dianggap olehnya itu barang berharga yang berfungsi untuk berkomunikasi dengan alamnya (planet). di dalam proses ini dia menemukan berbagai hal yang menurut dia aneh seperti menemukan bagaimana bertuhan, dengan siapa dia harus bertuhan, dan dia terus menanyakan keberadaan tuhan dimnana dia pun mencarinya sampai ke kuil, masjid, greja dan tempat-tempat ibadah yang lainnya dia cari keberadaan tuhan tapi tetap dia tidak menemukannya, ketika dia beribadah di berbagai tempat pasti meminta agar tuhan mengabulkan yang Tipsy minta yaitu agar remot kontrol ajaibnya itu kembali dan tuhan-tuhannya itu tidak mengabulkan dengan apa yang dia pinta akhirnya Tipsy marah-marah dan dia pindah lagi agama agar bisa menemukan tuhan, dengan cara berpindah-pindah agama/kepercayaan Tipsy berpersepsi agar tuhan mengabulkan langsung apa yang dia  minta.
            Yang menarik bagi saya ketika Tipsy berada didalam Gereja dan para petugas/yang sedang beribadah mengusir Tipsy agar keluar dari gereja tapi Tipsy tetap memberontak untuk bisa ketemu tuhan dan petugas tersebut berkata “ Tuhan sedang melihatmu, dan dia sedang melihat sikap kamu” lalu Tipsy langsung membrontak kembali dan dia menanyakan keberadaan tuhan kebetulan pada waktu itu pemimpin greja lagi menyembahkan minuman anggur kepada yang disembahnya lalu Tipsy/PK berpersepsi lagi bahwa tuhan sudah bosan dengan minum air kelapa sekarang sedah diganti dengan minuman anggur dan PK pun akhirnya pergi ke tempat yang jualan minuman  anggur dia pun membeli minuman tersebut lalu dia bawa ketempat muslim dan orang-orang muslimpun bertanya “anda mau kemana” akhirnya PK menjawab “mau ketemu tuhan” akhirnya PK pun dikejar-kejar masa karena minuman tersebut diharamkan oleh islam. akhirnya PK puncari tuhan lagi agar remot kontrolnya dikembalikan dia pun tidak mengenal lelah dengan keluar masuknya tempat peribadatan umat manusia seperti masjid, kuil, vihara ia terus masuki dan setiap masuk agama tersebut dia melakukan ritul dengan keyakinannya seperti sholat, pembaptisan, kebaktian, persembahyangan hingga dia ritual agama di Delhi yang menurut ideology tidak rasional. Disini memperlihatkan bagaimana seseorang secara individu atau kelompok memakai baju yang berbeda sesuai dengan budaya ataupun ciri khas agama yang mereka peluk jadi manusia itu tidak bisa tanpa adanya pegangan hidup dalam beragama yang dipercayai ataupun hal yang membuat kita nyaman dan terlindungi maka dengan itu yang akan melindungi kita adalah tuhan.
Dalam Ilmu komunikasi ini berkaitan dengan persepsi dan budaya yakni factor-faktor internal bukan saja mempengaruhi atensi sebagai salah satu aspek persepsi, tetapi juga mempengaruhi persepsi kita secara keseluruhan, terutama penafsiran atas suatu rangsangan. Seperti Agama, ideologi, tingkat intelektualitas, tingkat ekonomi,pekerjaan, dan cita rasa sebagai faktor-faktor internal jelas mempengaruhi persepsi seseorang terhadap realitas, dengan demikian persepsi itu terikat oleh budaya (culture-bound). Bagaimana kita memaknai pesan, objek, atau lingkungan bergantung pada sistem nilai yang kita anut. Jadi film ini sangat erat dengan apa yang dikemukakan oleh Learry A. Samovar dan Richard E. Porter. Ada enam unsur budaya yang secara langsung mempengaruhi persepsi kita dalam berkomunikasi dengan orang dari budaya lain. Seperti:
a.       Kepercayaan (beliefs), nilai (values), dan sikap (attitudes),
b.      Pandangan dunia (worldview),
c.       Organisasi sosial (social arganization),
d.      Tabiat manusia (human nature),
e.       Orientasi kegiatan (activity orientation),
f.       Peersepsi tentang diri dan orang lain (perception of self and others)
Terima kasih..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar